Pages

Rabu, 12 Desember 2012

Cerita Lucu 41



 : Cara menenangkan penumpang pesawat yang ribut

Ketika pesawat hendak lepas landas, ketenangan penumpang menjadi hancur ketika ada anak laki-laki berumur 5 tahun yang marah-marah secara tak terkendali. Ibunya mencoba menenangkannya, namun ia tetap marah-marah dan menendang kursi yang ada di sekelilingnya.

Dari bagian belakang pesawat, seorang pria tua dengan seragam Jenderal Angkatan Udara perlahan berjalan ke depan. Jenderal itu bersuara lembut membungkuk dan, memberi isyarat ke arah dadanya, membisikkan sesuatu ke telinga anak itu. Seketika, anak itu menjadi tenang, dengan lembut memegang tangan ibunya, dan diam-diam mengikatkan sabuk pengaman. Semua penumpang lain meledak tepuk tangan.

Jenderal perlahan berjalan kembali ke tempat duduknya, salah satu dari petugas kabin menyentuh lengan bajunya. "Permisi, Jenderal," tanya dia dengan tenang, "bisakah saya menanyakan apa kata-kata ajaib yang Anda digunakan pada anak kecil itu?"

Orang tua tersenyum dan berkata, "Aku menunjukkan padanya sayap pilot saya, bintang tanda jasa, dan pita pertempuran, dan menjelaskan kepadanya bahwa saya berhak untuk membuang satu penumpang keluar dari pintu pesawat pada penerbangan apapun yang saya pilih."

Cerita Lucu 40



 : Kontrak pemasangan Karpet pelapis lantai dapur

Dua orang pria kekar datang ke rumah seorang wanita untuk memasang karpet pelapis lantai dapur. Mereka memindah kompor dan kulkas keluar rumah sebelum melakukan perkerjaan itu.

Ketika mereka sedang bersiap-siap untuk pergi dari rumah itu, wanita itu meminta mereka untuk menempatkan peralatan yang ditaruh di luar kembali pada tempatnya.

Kedua pria tersebut meminta Rp.450.000 untuk layanan ini, karena kata mereka tidak ada dalam kontrak perjanjian.

Wanita itu benar-benar tidak punya pilihan selain untuk membayar mereka. Segera setelah mereka pergi, bel pintu berbunyi. Itu adalah dua laki-laki tadi. Mereka memintanya untuk memindahkan mobilnya, yang menghalangi van mereka.

Wanita itu menjawab: "Saya akan memindah mobil saya, tapi biayanya Rp.450.000..."

Cerita Lucu 39



: kisah orang indonesia

3 Orang tengah terdiam menikmati kehangatan sauna, yaitu orang dari Amerika, Jepang dan Indonesia. Keheningan didalam ruangan sauna dipecahkan oleh bunyi, ..bip,...bip,....bip... Orang Amerika membuka telapak tangan kirinya, dan membaca tulisan yang tertulis ditelapak tangannya itu. Dua rekan se 'sauna' nya dengan kagum melihat tulisan yang muncul ditelapak tangan orang Amerika tersebut.
"Oh, telapak tangan saya telah ditanamkan chips, saya dapat langsung menerima pesan SMS tanpa alat , SMS nya langung tampil ditelapak tangan saya,..." ujar si Amerika ketika melihat kedua rekannya bengong.
Sesaat kemudian terdengar dering telepon, orang Jepang mengangkat tangan kanannya, jempol didekatkan ke telinga sedangkan jari kelingking kebibirnya, "Oh maaf, saya terima telepon dulu, tangan saya sudah berisi chips, saya dapat menerima dan berbicara melalui 2 jari saya tanpa menggunakan HP" kata si Jepang.
Melihat semua itu, orang Indonesia mulai gugup, Apa yang bisa saya tunjukkan untuk mengalahkan orang orang ini? pikirnya. Karena stress, keinginannya untuk buang air besar tidak tertahankan lagi.
Usai buang air, dia kembali lagi ke ruang sauna, tetapi karena tidak biasa membasuh bokongnya dengan kertas toilet, seuntai kertas toilet masih berjuntai di belahan bokongnya.
Dengan keheranan orang Jepang dan orang Amerika menunjuk ke untaian kertas 'sisa' tsb dan berkata: "Kertas apa itu yang tergantung dibokong anda...?"
"Oh maaf, saya baru terima Fax.." jawab orang Indonesia tersebut.



Cerita Lucu 38



: Gedung MPR/DPR

Suatu hari di salah satu ruangan di gedung MPR/DPR. Seorang anggota dewan yang baru diangkat, tampak masih canggung, lugu dan serba kikuk.
Rupanya dia wakil dari daerah dan belum pernah bekerja atau punya ruangan yang megah. Beberapa saat kemudian, ada yang mengetuk pintu ruangannya.
Setelah dibuka, berdiri dihadapannya 2 orang dengan kopor besar dan segulungan kabel. "Wah..., ini pasti wartawan TV yg mau mewawancarai aku...", pikirnya dalam hati.
Agar tampak berwibawa dan membela rakyat, sambil melihat jam dan mengangkat telepon dia berkata: "Maaf tunggu sebentar, saat ini saya harus menghubungi ketua fraksi untuk melaporkan hasil-hasil sidang hari ini..."
Kemudian selama beberapa puluh menit dia menelpon dan terlibat pembicaraan tingkat tinggi, sambil sekali-sekali menyebut-nyebut 'demi rakyat' atau 'kepentingan rakyat' keras-keras. Setelah selesai sambil meletakan gagang telepon dia berkata pada dua orang tamunya tsb.
"Nah, sekarang wawancara bisa kita mulai..."
Kedua orang itu tampak bingung dan berpandangan satu sama lain. Akhirnya salah satunya berkata: "Maaf pak..., kami datang kesini mau memasang saluran telepon bapak..."

Cerita Lucu 37



: Kejahatan di tahun baru

Hari ini adalah Tahun Baru dan hakim sedang dalam suasana hati yang gembira saat ia bertanya kepada tahanan,
"Anda dituntut karena tuduhan apa?"
"Melakukan belanja Tahun Baru terlalu awal", jawab terdakwa.
"Itu bukan suatu pelanggaran", kata hakim. "Seberapa awal anda melakukan belanja?"
"Sebelum toko dibuka Pak Hakim."
"Lalu dimana letak salahnya Jaksa Penuntut???" tanya hakim itu
Jaksa Penuntut melongo dengan wajah tak percaya...
 

Blogger news

Blogroll

About